Minggu, 23 Oktober 2011

singkat cerita tentang "6000 ANAK TANGGA CINTA"

6000 ANAK TANGGA CINTA
(True love Story )



50 tahun lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun,
jatuh cinta kepada seorang janda 29 tahun bernama Xu Chaoqin.

Teman-teman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak. Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.

Untuk menghindari celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.

Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.

Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan ia berulang-kali bertanya, “Apakah kau menyesal?” Liu selalu menjawab, “Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik.”

Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterinya dapat turun-naik gunung dengan mudah. Dan hal ini berlangsung terus selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.

“Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluiku, bagaimana aku hidup tanpamu?“

Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Pemerintah cina telah memutuskan untuk melestarikan “anak tangga cinta” itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.

*******
Perenungan...

Satu lagi bukti bahwa perasaan cinta memiliki kekuatan untuk menggerakkan seseorang melakukan hal yang hampir mustahil dilakukan. Sebab itu milikilah perasaan cinta yang benar sehingga kita memiliki kekuatan besar untuk
melakukan yang benar..

Perasaan cinta yang benar contohnya menyintai kehidupan, sehingga seberat apapun hidup ini kita memiliki kekuatan yang besar untuk melaluinya..
karena Sang Kuasa juga tidak pernah memberikan ujian melampaui kekuatan
umatNya untuk menghadapinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar